"TANPA JUDUL"
BY G_K
Embun pagi masih pekat menyapa kulit. Terdengar dari kejauhan suara kendaraan roda dua yang tengan melaju dengan santai. Nampak dari kejauhan dua remaja berbaju putih dengan celana pendek berwarna biru dan memakai attribute lenkap. Di salah satu masjid yang mereka lewati nampak jam tengah menunjukkan pukul 05.55 rasa takut akan terlambat untuk menuntut ilmu memuncak di otak mereka. Motor yang mereka tunggangi bertambah cepat melaju.”coy, telat gak nih?” tanya salah yudhi sahabat Triya dari kecil hingga saat ini. Spontan Triya menjawab “gak tau moga aja enggak.” jalan yang mereka lalui tidak berliku dan berlubang sehingga mereka dapat memacu motor mereka lebih cepat.
Beberapa siswa masih berserakan di halaman sekolah,menandakan bahwa mereka tidak terlambat. “Gimana caraku berkendara?”Tanya Triya. “keren banget bro.” Mereka bergegas menuju kelas karena memang ada jam tambahan belajar untuk anak kelas 9. Pembelajaran itu ditujukan agar siswa-siswi bisa siap menghadapi UNAS yang semakin tahun semakin mengganas. Ditambah lagi dengan hari ujian yang sudah dapat dihitung dengan jari.
Senyum dan sapa lembut terlihat di wajah teman-teman mereka yang memang datang lebih awal. Sebelum ibu/bapak guru memasuki kelas Yudhi selalu mengobrol dan bercanda dengan teman-teman sekelompoknya. Berbeda dengan Triya yang selalu berdiam di kelompoknya yang mungkin sebagian besar anggota kelompoknya adalah perempuan. Atau Triya memilih berdiam agar bisa mendekat ke perempuan yang di pujanya dengan rahasia.
Jam pelajaran telah dimulai Triya dan Yudhi yang telah duduk di bangku masing-masing bersiap untuk menyerap pelajaran hari ini. Nampak wajah tegang,serius,penasaran terlihat di wajah murid 9-B. Tidak jarang pertanyaan-pertanyaan meletup dari murid-murid yang penasaran. Tidak terasa waktu berjalan,bunyi bel istirahat yang ditunggu tunggu telah berbunyi. Triya yang memiliki sifat pemalas dan sering menhbiskan waktunya di kelas ,telah terlihat bosan muncul di penatnya. Pico yang berjalan kearah Triya tiba-tiba melontarkan pertanyaan “woy! ngapain aja?”. ”Boring banget coy.” Jawab triya. ”kekantin yok!” ajak Pico. “males ah!” jawab Triya singkat. Beberapa saat kemudian beberapa teman Pico datang bersama Yudhi. “heh, ayok.. masak tiap hari duduk doank.” kata Yudhi. “iya,ayok ntar aku traktir deh..”ajak Aldi.karena ajakan teman-temannya Triya merasa mnjadi bagian dari hidup mereka saat ini.
Seiring dengan waktu berlalu pertemanan Triya ,Yudhi,Pico,Aldi telah berubah menjadi ikatan persahabatan yang baik. Apapun yang mereka jalani selalu bersama saat dihukum, bahagia, menangis, tertawa, hingga kemnapun bersama-sama. Hingga suatu saat di hari tenang saat menjelang ujian.
Aldi menunjukkan perubahan sifat. Tetapi Triya,Pico,dan yudha mengganggapnya biasa mungkin hanya masalah Aldi dengan gebetannya. Hingga akhirnya saat UNAS datang dan itu bagaikan hari pembalasan yang jika pahala dan amalnya banyak bisa menuju singgasana surga. dan jika memiliki pahala dan amal yang sedikit maka akan jatuh ke bara api neraka.
Hari demi hari berganti hingga UNAS terlewatkan hari pengumuman telah dibacakan. Triya, Yudhi, Pico, dan Aldi lulus dengan nilai yang memuaskan. Nampak senyuman diwajah mereka. Hingga tujuan akhir untuk bersekolah yaitu berkibur ke Pulau Dewata. kali ini Aldi benar-benar berubah. Aldi menjadi jarang berkumpul dengan teman maupun sahabatnya.
Masalah-masalah yang berlarut dan hanya cuek dan kurangnya pengertian membuat Aldi dan Pico yang sebelumnya bersahabat dengan baik menjadi goyah. Bahkan mereka sudah bersahabat sebelum satriya dan yudhi mengenal mereka. Namun Triya yang hanya berdiam diri mencoba untuk mencari tahu. Akhirnya dia mengerti kalau runtuhnya persahabatan Aldi dan Pico hanya dikarenakan oleh wanita saja.
Pico yang menetapkan wanita tersebut sebagai tersangka dari pemecah belah persahabatannya. wanita itu adalah tak lain dan tak bukan adalah sally yaitu gebetan Aldi. Namun Aldi yang mendengar akan hal itu menyangkal bahwa persahabatan yang hancur ini tidak ada hubungannya dengan gebetannya.
Selama satu bulan persahabatan mereka hancur.Triya yang akhirnya memahami ini hanyalah salah paham,mengambil tindakan. Yaitu dengan mempertemukan sahabatnya-sahabatnya yang dulu.Dan meminta agar saling memaafkan dan mengingatkan bahwa sahabat adalah segalanya. Seiring berjalannya waktu, juga menurut pepatah mengatakan sedikit demi sedikt lama kelamaan akan menjadi bukit. Persahabatan mereka akhirnya kokoh kembali. Sementara itu hubungan Aldi dan Sally semakin merenggang karena jarak dan waktu. Akhirnya empat sahabat itu menyadari bahwa sahabat adalah ikatan yang terindah. sedankan, pacar atau kekasih hanyalah ikatan yang belum tentu bisa dijaga dan hanya untuk mengisi waktu kosong saja.
Akhirnya ke-empat sahabat tersebut menuliskan kembali kisah-kisah mereka kedalam sebuah bentuk cerpen. Namun sally sudah terlanjur sakit hati akan tindakan Aldi yang meninggalkannya. Sally juga menyalahkan Triya, yudhi, dan Pico. Naas terjadi setelah cerpen itu selesai dibuat, saat akan memberikan judul cerpen itu. Sally datang bersama bodyguardnya dan menodongkan senjata api ke arah mereka ber-empat dan menembakkinya dengan belasan peluru timah panas. Akhirnya ke-empat sahabat itu meninggal seketika dan meninggalkan kisah-kisah mereka tanpa menggunakan judul.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar