PENGERTIAN MURTAD
Kata murtad berasal dari kata irtadda menurut wazan ifta’ala, berasal dari kata radda yang artinya: berbalik. Kata riddah dan irtidad dua-duanya berarti kembali kepada jalan, dari mana orang datang semula. Tetapi kata Riddah khusus digunakan dalam arti kembali pada kekafiran, sedang kata irtidad digunakan dalam arti itu, tapi juga digunakan untuk arti yang lain (R), dan orang yang kembali dari Islam pada kekafiran, disebut murtad. Banyak sekali terjadi salah paham terhadap masalah murtad ini, sama seperti halnya masalah jihad. Pada umumnya, baik golongan Muslim maupun non-Muslim, semuanya mempunyai dugaan, bahwa menurut Islam, kata mereka, orang murtad harus dihukum mati. Jika Islam tak mengizinkan orang harus dibunuh karena alasan agama, dan hal ini telah diterangkan di muka sebagai prinsip dasar Islam, maka tidaklah menjadi soal tentang kekafiran seseorang, baik itu terjadi setelah orang memeluk Islam ataupun tidak. Oleh sebab itu, sepanjang mengenai kesucian nyawa seseorang, kafir dan murtad itu tak ada bedanya.
Persoalan murtad menurut Qur’an
Qur’an Suci adalah sumber syari’at Islam yang paling utama; oleh sebab itu akan kami dahulukan. Soal pertama, dalam Qur’an tak ada satu ayat pun yang membicaraan perihal murtad secara kesimpulan. Irtidad atau perbuatan murtad yang terjadi karena menyatakan diri sebagai orang kafir atau terang-terangan mengingkari Islam, ini tak dapat dijadikan patokan, karena adakalanya orang yang sudah mengaku Islam, mempunyai pendapat atau melakukan perbuatan yang menurut penilaian ulama ahli fiqih, bukanlah bersumber kepada Islam.
Persoalan murtad menurut Hadits
. Dalam Kitab Bukhari terdapat dua bab yang membahas masalah murtad; yang satu berbunyi: Kitabul-muharibin min ahlil-kufri wariddah, artinya Kitab tentang orang yang berperang (melawan kaum Muslim) dari golongan kaum kafir dan kaum murtad. Adapun yang satu lagi berbunyi: Kitab istita-bal-mu’anidin wal-murtadin wa qitalihim, artinya Kitab tentang seruan bertobat bagi musuh dan kaum murtad dan berperang melawan mereka. menawarkan perdamaian kepada kamu, maka Allah tak memberi jalan kepada kamu untuk melawan mereka“ (4:90).
Satu-satunya peristiwa yang disebutkan dalam Hadits sahih mengenai pemberian hukuman kepada kaum murtad ialah peristiwa segolongan orang dari kabilah ‘Ukul yang memeluk Islam dan ikut hijrah ke Madinah, tetapi mereka tak merasa cocok dengan udara di Madinah, maka dari itu Nabi Suci menyuruh mereka supaya tinggal di suatu tempat di luar Madinah, yang di sana dipelihara unta perahan milik pemerintah, sehingga mereka dapat menikmati udara terbuka dan minum susu. Mereka menjadi sehat sekali, tetapi kemudian mereka membunuh penjaganya dan membawa lari untanya. Kejadian itu dilaporkan kepada Nabi Suci, lalu sepasukan tentara diperintah untuk mengejar mereka, dan mereka dihukum mati (Bu. 56:152).[2] Riwayat itu terang sekali bahwa bukan dihukum mati karena murtad, melainkan karena membunuh si penjaga unta.
Banyak sekali orang yang hanya menekankan satu Hadits yang berbunyi: “Barangsiapa murtad dari agamanya. Bunuhlah dia” (Bu. 88:1). Tetapi mengingat apa yang diungkapkan dalam Kitab Bukhari bahwa yang dimaksud murtad ialah orang yang berbalik memerangi kaum Muslimin, dan menghubungkan nama mereka dengan nama-nama musuh Islam, maka terang sekali bahwa yang dimaksud oleh Hadits tersebut ialah orang yang mengubah agamanya dan bergabung dengan musuh-musuh Islam lalu bertempur melawan kaum Muslimin. Hanya dengan pembatasan dalam arti itulah, maka Hadits tersebut dapat disesuaikan dengan Hadits lain, atau dengan prinsip-prinsip yang digariskan oleh Qur’an Suci. Sebenarnya, kata-kata Hadits tersebut begitu luas sehingga mencakup segala pergantian agama, agama apa saja. Jika demikian, maka orang non-Muslim yang masuk Islam, atau orang Yahudi yang masuk Kristen, harus dibunuh. Terang sekali bahwa uraian semacam itu tak dapat dilakukan kepada Nabi Suci. Maka Hadits tersebut tak dapat diterima begitu saja tanpa diberi pembatasan dalam artinya.
Hadits lain yang membicarakan pokok persoalan yang sama menjelaskan arti Hadits tersebut di atas. Hadits ini menerangkan bahwa orang Islam hanya boleh dibunuh dalam tiga hal, antara lain disebabkan “ia meninggalkan agamanya, dan meninggalkan masyarakat (attariku lil-jama’ah)” (Bu. 88:6). Menurut versi lain berbunyi: “orang yng memisahkan diri (al-mufariq) dari masyarakat”. Terang sekali bahwa yang dimaksud memisahkan diri dari atau meninggalkan masyarakat, yang dalam Hadits itu ditambahkan sebagai syarat mutlak, ialah bahwa ia meninggalkan kaum Muslimin dan bergabung dengan musuh. Dengan demikian, kata-kata Hadits itu bertalian dengan waktu perang. Jadi perbuatan yang dihukum mati itu bukan disebabkan mengubah agamanya, melainkan desersi.
Dalam Kitab Bukhari tercantum pula satu contoh yang sederhana tentang perbuatan murtad: “Seorang Arab dari padang pasir menghadap Nabi Suci untuk memeluk Islam di bawah tangan beliau. Selagi ia masih di Madinah, ia diserang penyakit demam, maka dari itu ia menghadap Nabi Suci dan berkata: Kembalikan bai’atku, Nabi Suci menolaknya, lalu ia menghadap lagi dan berkata: Kembalikan bai’atku, Nabi Suci pun menolaknya, lalu ia pergi” (Bu. 94:47). Hadits tersebut menerangkan bahwa mula-mula penduduk padang pasir itu memeluk Islam. Pada hari berikutnya, karena ia diserang penyakit demam, ia mengira bahwa penyakit itu disebabkan karena ia memeluk Islam, maka dari itu ia menghadap Nabi Suci untuk menarik kembali bai’atnya. Ini adalah terang-terangan perbuatan murtad, namun dalam Hadits itu tak diterangkan
Perbuatan murtad dan fiqih
Jika kita membaca kitab fiqih, di sana diuraikan bahwa mula-mula para ulama fiqih menggariskan satu prinsip yang bertentangan sekali dengan Qur’an Suci, yakni orang dapat dihukum mati karena murtad. Dalam Kitab Hidayah diuraikan: “Orang yang murtad, baik orang merdeka maupun budak, kepadanya disajikan agama Islam; jika ia menolak, ia harus dibunuh” (H.I. hal. 576). Tetapi setelah Kitab Hidayah menguraikan prinsip tersebut, segera disusul dengan uraian yang bertentangan dengan menyebut orang murtad sebagai “orang kafir yang melancarkan perang (kafir harbiy) yang kepadanya telah disampaikan dakwah Islam” (H.I. hal. 577). Ini menunjukkan bahwa dalam Kitab Fiqih pun, orang murtad yang dihukum mati, ini disebabkan karena ia musuh yang memerangi kaum Muslimin. Adapun mengenai perempuan yang murtad, mereka tidak dihukum mati, karena alasan berikut ini: “Alasan kami mengenai hal ini ialah, bahwa Nabi Suci melarang membunuh kaum perempuan dan karena pembalasan yang sebenarnya (bagi kaum mukmin dan kafir) itu ditangguhkan hingga Hari Kiamat, dan mempercepat pembalasan terhadap mereka di dunia akan menyebabkan kekacauan, dan penyimpangan dari prinsip ini hanya diperbolehkan apabila terjadi kerusakan di bumi berupa pertempuran, dan hal ini tak mungkin dilakukan oleh kaum perempuan, karena kondisi mereka tak mengizinkan” (HI hal. 577). Ulama yang menfsiri kitab itu menambahkan keterangan: “Menghukum mati orang murtad itu wajib, karena ini akan mencegah terjadinya pertempuran yang merusakkan, dan ini bukanlah hukuman karena menjadi kafir” (idem). Selanjutnya ditambahkan keterangan sebagai berikut: “Hanya karena kekafiran saja, tidaklah menyebabkan orang boleh dibunuh menurut hukum” (idem). Terang sekali bahwa dalam hal pertempuran dengan kaum kafir, ulama ahli fiqih berbuat kesalah-pahaman, dan nampak sekali terjadi pertentangan antara prinsip yang digariskan oleh Qur’an dengan kesalah-pahaman yang masuk dalam pikiran ulama ahli fiqih. Qur’an Suci menggariskan seterang-terangnya bahwa orang murtad dihukum mati, bukan karena kekafirannya melainkan karena hirab atau memerangi kaum Muslimin. Adapun alasannya dikemukakan seterang-terangnya bahwa menghukum mati orang karena kekafiran, ini bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Tetapi ulama ahli fiqih salah paham, bahwa kemampuan berperang, mereka anggap sebagai keadaan perang, suatu anggapan yang tak masuk akal samasekali. Jika itu yang dimaksud, bahwa orang murtad mempunyai kemampuan berperang, anak kecil pun dapat disebut harabiy (orang berperang), karena anak kecil itu akan tumbuh menjadi besar dan mempunyai kemampuan berperang; bahkan kaum perempuan yang murtad pun tak dapat dikecualikan dari hukuman mati, karena mereka pun mempunyai kemampuan berperang. Undang-undang hukum pidana bukanlah berdasarkan atas kemampuan, melainkan atas kenyataan. Jadi, ulama fiqih pun mengakui benarnya prinsip bahwa orang tidak dapat dihukum mati hanya karena ia mengubah agamanya, terkecuali apabila orang murtad itu memerangi kaum Muslimin. Bahwa ulama fiqih telah berbuat kesalah pahaman dalam mengartikan hirab atau keadaan perang, adalah soal lain.
___________
[1]. Penulis Kristen yang bersemangat sekali untuk menemukan ayat Qur’an yang menghukum mati orang murtad, tak segan-segan lagi menerjemahkan kata fayamut (yang sebenarnya berarti: lalu ia mati) mereka terjemahkan: lalu ia dihukum mati, suatu terjemahan yang amat keliru. Kata fayamut adalah kata kerja aktif, dan kata yamutu artinya ialah mati. Digunakannya kata itu membuktikan seterang-terangnya bahwa perbutaan murtad tidaklah dihukum mati. Sebagian mufassir menarik kesimpulan yang salah terhadap ayat yang berbunyi: “ini adalah orang yang sia-sia amal perbuatannya”, ini tidaklah berarti bahwa ia akan diperlakukan sebagai penjahat. Adapun yang dimaksud dengan kata amal di sini ialah perbuatan baik yang ia lakukan selama ia menjadi Muslim. Amal inilah yang akan menjadi sia-sia, baik di dunia maupun di akhirat setelah ia murtad. Perbuatan baik hanya akan ada gunanya jika perbuatan baik itu mendatangkan kebaikan bagi seseorang, dan dapat meningkatkan kesadaran menuju perkembangan hidup yang tinggi. Di tempat lain dalam Qur’an Suci diuraikan bahwa perbuatan orang akan sia-sia jika ia hanya bekerja untuk duniawinya saja dan mengabaikan kehidupan akhirat: “Yaitu orang yang tersesat usahanya dalam kehidupan dunia, dan mengira bahwa mereka adalah ahli dalam membuat barang-barang. Mereka mengafiri ayat-ayat Tuhan dan mengafiri perjumpaan dengan-Nya, maka sia-sialah amal mereka. Maka dari itu Kami tak akan menegakkan timbangan bagi mereka pada Hari Kiamat” (18:104-105). Dalam ayat ini, yang dimaksud habithat ialah perbuatan yang sia-sia sepanjang mengenai kehidupan rohani.[2]. Sebagian Hadits menerangkan bahwa mereka disiksa sampai mati. Jika ini terjadi sungguh-sungguh, ini hanyalah sekedar hukum qisas, yang sebelum turun wahyu tentang hukum pidana secara Islam, hukum qisas menjadi peraturan yang lazim. Sebagian Hadits menerangkan bahwa segolongan orang dari kabilah ‘Ukul mencukil mata penjaga unta, lalu digiringnya ke gunung batu yang panas, agar ia mati kesakitan. Oleh sebab itu lalu mereka juga dihukum mati seperti itu (Ai. VII, hal. 58). Tetapi Hadits lain membantah tentang digunakannya hukum qisas dalam peristiwa tersebut. Menurut Hadits ini, Nabi Suci berniat menyiksa mereka sampai mati sebagaimana telah mereka lakukan terhadap si penjaga unta, tetapi sebelum beliau melaksanakan hukuman itu, beliau menerima wahyu yang mengutarakan hukuman bagi mereka yang melakukan pelanggaran semacam itu, yang berbunyi: “Adapun hukuman orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan berbuat bencana di bumi, ialah mereka harus dibunuh atau disalib atau dipotong tangan mereka berselang-seling, atau dipenjara” (5:33) (IJ-C. VII, hal. 121). Jadi, menurut ayat ini, perbuatan murtad ialah melancarkan perang terhadap Allah dan Rasul-Nya. Adapun hukumannya bermacam-macam selaras dengan sifat kejahatan yang mereka lakukan. Adakalanya dihukum mati atau disalib apabila ia menjalankan teror; tetapi adakalanya hanya dihukum penjara saja.
Senin, 29 Agustus 2011
Rabu, 27 Juli 2011
Active and Passive sentences
Kalimat aktif (active voice) adalah kalimat dimana subject-nya melakukan pekerjaan, sebaliknya, kalimat pasif (passive voice) adalah kalimat dimana subject-nya dikenai pekerjaan oleh object kalimat. Active voice lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan passive voice. Namun demikian, sering kita temukan passive voice di surat-surat kabar, artikel-artikel di majalah-majalah dan tulisan-tulisan ilmiah. Passive voice digunakan karena object dari active voice merupakan informasi yang lebih penting dibandingkan dengan subject-nya.
Contoh :
- Active : We fertilize the soil every 6 months
- Passive: The soil is fertilized by us every 6 months
Dari contoh ini dapat kita lihat bahwa:
- Object dari active voice (the soil) menjadi subject dari passive voice
- Subject dari active voice (we) menjadi object dari passive voice. Perhatikan pula bahwa terjadi perubahan dari subject pronoun ‘we’ menjadi object pronoun ‘us’.
- Verb1 (fertilize) pada active voice menjadi verb3 (fertilized) pada passive voice.
- Ditambahkannya be ‘is’ di depan verb3. Be yang digunakan adalah tergantung pada subject passive voice dan tenses yang digunakan. (Perhatikan pola-pola passive voice di bawah).
- Ditambahkannya kata ‘by’ di belakang verb3. Namun, jika object dari passive voice dianggap tidak penting atau tidak diketahui, maka object biasanya tidak dikemukakan dan begitu pula kata ‘by’.
- Khusus untuk kalimat-kalimat progressive (present, past, past perfect, future, past future, dan past future perfect continuous, perlu menambahkan ‘being’ di depan verb3). Kalau tidak ditambahkan “being”, tensisnya akan berubah, bukan progressive/continuous lagi. Perhatikan contoh-contoh pada poin h – o di bawah.
Berdasarkan keenam poin di atas maka passive voice mengikuti pola sebagai berikut:
Subject + be + Verb3 + by + Object + modifier |
Pola active dan passive voice pada tiap tensis
a. Jika active voice dalam simple present tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah is, am atauare.
Contoh:
- Active : He meets them everyday.
- Passive : They are met by him everyday.
- Active : She waters this plant every two days.
- Passive : This plant is watered by her every two days.
b. Jika active voice dalam simple past tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah was atau were
Contoh:
- Active : He met them yesterday
- Passive : They were met by him yesterday
- Active : She watered this plant this morning
- Passive : This plant was watered by her this morning
c. Jika active voice dalam present perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary has atau have, sehingga menjadi ‘has been’ atau ‘have been’
Contoh:
- Active : He has met them
- Passive : They have been met by him
- Active : She has watered this plant for 5 minutes.
- Passive : This plant has been watered by her for 5 minutes.
d. Jika active voice dalam past perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary had, sehingga menjadi had been
Contoh:
- Active : He had met them before I came.
- Passive : They had been met by him before I came.
- Active : She had watered this plant for 5 minutes when I got here
- Passive : This plant had been watered by her for 5 minutes when I got here
e. Jika active voice dalam simple future tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah be
Contoh:
- Active : He will meet them tomorrow.
- Passive : They will be met by him tomorrow.
- Active : She will water this plant this afternoon.
- Passive : This plant will be watered by her this afternoon.
- Active : The farmers are going to harvest the crops next week
- Passive : The crops are going to be harvested by the farmers next week.
f. Jika active voice dalam future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary will have, sehingga menjadi ‘will have been’
Contoh:
- Active : He will have met them before I get there tomorrow.
- Passive : They will have been met by him before I get there tomorrow.
- Active : She will have watered this plant before I get here this afternoon.
- Passive : This plant will have been watered by her before I get here this afternoon.
g. Jika active voice dalam past future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah beenyang diletakkan setelah auxiliary would have, sehingga menjadi ‘would have been’.
Contoh:
- Active : He would have met them.
- Passive : They would have been met by him.
- Active : She would have watered this plant.
- Passive : This plant would have been watered by her.
h. Jika active voice dalam present continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (is, amatau are) + being.
Contoh:
- Active : He is meeting them now.
- Passive : They are being met by him now.
- Active : She is watering this plant now.
- Passive : This plant is being watered by her now.
i. Jika active voice dalam past continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (was atauwere) + being.
Contoh:
- Active : He was meeting them.
- Passive : They were being met by him.
- Active : She was watering this plant.
- Passive : This plant was being watered by her.
j. Jika active voice dalam perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (has/have) been + being.
Contoh:
- Active : He has been meeting them.
- Passive : They have been being met by him.
- Active : She has been watering this plant.
- Passive : This plant has been being watered by her.
k. Jika active voice dalam past perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah had been + being.
Contoh:
- Active : He had been meeting them.
- Passive : They had been being met by him.
- Active : She had been watering this plant.
- Passive : This plant had been being watered by her.
l. Jika active voice dalam future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will be + being.
Contoh:
- Active : He will be meeting them.
- Passive : They will be being met by him.
- Active : She will be watering this plant.
- Passive : This plant will be being watered by her.
m. Jika active voice dalam past future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalahwould be + being.
Contoh:
- Active : He would be meeting them.
- Passive : They would be being met by him.
- Active : She would be watering this plant.
- Passive : This plant would be being watered by her.
n. Jika active voice dalam future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalahwill have been + being.
Contoh:
- Active : He will have been meeting them.
- Passive : They will have been being met by him.
- Active : She will have been watering this plant.
- Passive : This plant will have been being watered by her.
o. Jika active voice dalam past future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would have been + being.
Contoh:
- Active : He would be meeting them.
- Passive : They would be being met by him.
- Active : She would be watering this plant.
- Passive : This plant would be being watered by her.
Contoh-contoh yang lain:
- Koko’s nose is bleeding. He was punched by his friend right on his nose. (Hidung Koko sedang berdarah. Dia dipukul oleh temannya tepat di hidungnya).
- The Indonesian football team was beaten by the Saudi Arabian team. (Team sepakbola Indonesia dikalahkan oleh team arab Saudi).
- These plants were watered by my sister a few minutes ago. (Tanaman-tanaman ini disirami oleh adikku beberapa menit yang lalu).
- There is no meal left. All has been devoured by Yeyes. (Tidak ada makan yang tersisa. Semuanya telah dilahap habis oleh Yeyes).
- English is studied by all high school students. (Bahasa Inggris dipelajari oleh semua murid sekolah menengah lanjutan (SMP dan SMA)
Selasa, 26 Juli 2011
little piece of heaven
A little piece of heaven Avenged 7X
Intro (sing the intro melody while playing these chords): D5, C#5, Bb5, A5, E5 2x Enter Drums: Dm, Fm 2x Dm C#5 Before the story begins, is it such a sin, Fm Abm For me to take what's mine, until the end of time? Dm C#5 We were more than friends, before the story ends, Fm Abm And I will take what's mine, create what God would never design Dm A Our love had been so strong for far too long, Abm I was weak with fear that Dm [followed by A small breakdown of Ab5, G5, F5] Something would go wrong, Dm A Before the possibilities came true, Abm Dm [followed by A small breakdown of Ab5, F5] I took all possibility from you Dm F Fm Abm Almost laughed myself to tears, (CRAZY LAUGHTER) Dm F Fm Dm Conjuring her deepest fears (COME HERE YA’ FUCKIN’ BITCH!!!) Dm C#5 (F5 slide to Ab5 3x) Must have stabbed her fifty fucking times, I can't believe it, Dm C#5 (F5 slide to Ab5 3x) Ripped her heart out right before her eyes, (guitar silent for eat it eat it eat it) Eyes over easy, eat it, eat it, eat it Dm She was never this good in bed Even when she was sleepin' A Now she's just so perfect I've Never been quite so fucking deep in (here the strings of the orchestra do a walk down of sorts – I simplified it for cuz it’s really hard to sing to if you play the real riff) One Bar of Dm, Bb before singing continues Dm Bb It goes on, and on, and on, Dm Bb I can keep you lookin' young and preserved forever, Dm Bb With a fountain to spray on your youth whenever (the string walk down section which I simplified is now over) Gm C 'Cause I really always knew that my little crime F Dm Would be cold that's why I got a heater for your thighs Bb C F And I know, I know it's not your time Dm But bye, bye Bb C And a word to the wise when the fire dies A Dm, C, Bb You think it's over but it's just begun C But baby don't cry Bb C You had my heart, at least for the most part F C Dm C Bb 'Cause everybody's gotta die sometime, we fell apart C Let's make a new start F C Dm C Bb 'Cause everybody's gotta die sometime yea-yeah C But baby don't cry-ay-ay-ay-ay (Repeat all relevant parts until the end of the second chorus) Interlude: Dm, A, Fm, Fm 2x NOW BE CAREFUL HERE – sometimes the chord changes on the male voice, and sometimes on female voice – pay close attention Dm Bb Gm F I will suffer for so long (What will you do, not long enough) Gm To make it up to you F (I pray to God that you do) Gm I'll do whatever you want me to do A Dm (Well then I'll grant you one chance) Bb Gm And if it's not enough F (If it's not enough, If it's not enough) Gm If it's not enough (Not enough) F Try again (Try again) Gm And again (And again) A Over and over again Dm We're coming back, coming back We'll live forever, live forever Fm Let's have wedding, have a wedding Let's start the killing, start the killing Dm, Fm 2x and then A And afterward (during the oooooohh-ing): D5, C#5, Bb5, A5, E5 2x In this part the strings of the orchestra do that same walk down – substitute it with I said to use previously for “it goes on and on and on” Do you take this man in death for the rest of your unnatural life? (Yes, I do.) Do you take this woman in death for the rest of your unnatural life? (I do) I now pronounce you... End with pre-chorus and chorus
chord mania
chord 21 guns Green Day
Intro: Dm - Bb - F - C (x2) Verse: Dm Bb F C Do you know what's worth fighting for, Dm Bb F C When it's not worth dying for? Dm Bb F C Does it take your breath away Bb C And you feel yourself suffocating? Dm Bb F C Does the pain weigh out the pride? Dm Bb F C And you look for a place to hide? Dm Bb F C Did someone break your heart inside? Bb C5 You're in ruins Chorus: F5 C5* D5 One, 21 guns C5 Bb5 Lay down your arms F5 C5 Give up the fight F5 C5* D5 One, 21 guns C5 Bb5 F5 C5 Throw up your arms into the sky, Bb5 F5 C5 You and I Verse: Dm Bb F C When you're at the end of the road Dm Bb F C And you lost all sense of control Dm Bb F C And your thoughts have taken their toll Bb C When your mind breaks the spirit of your soul Dm Bb F C Your faith walks on broken glass Dm Bb F C And the hangover doesn't pass Dm Bb F C Nothing's ever built to last Bb C5 You're in ruins. Chorus: F5 C5* D5 One, 21 guns C5 Bb5 Lay down your arms F5 C5 Give up the fight F5 C5* D5 One, 21 guns C5 Bb5 F5 C5 Throw up your arms into the sky, Bb5 F5 C5 You and I Bridge: Dm Bb F C Did you try to live on your own Dm Bb F A When you burned down the house and home? Dm Bb F A Did you stand too close to the fire? Bbm C Like a liar looking for forgiveness from a stone Solo: F5 - C5* - D5 - C5 - Bb5 - F5 - C5 (x2) Bb5 - F5 - E5 Break: Dm - Bb - F - C (x2) Verse: Dm Bb F C When it's time to live and let die Dm Bb F C And you can't get another try Dm Bb F C Something inside this heart has died Bb C5 You're in ruins. Chorus: F5 C5* D5 One, 21 guns C5 Bb5 Lay down your arms F5 C5 Give up the fight F5 C5* D5 One, 21 guns C5 Bb5 F5 C5 Throw up your arms into the sky F5 C5* D5 One, 21 guns C5 Bb5 Lay down your arms F5 C5 Give up the fight F5 C5* D5 One, 21 guns C5 Bb5 F5 C5 Throw up your arms into the sky, Bb5 F5 C5 You and I
Senin, 25 Juli 2011
sad
Quiet moment to think about it who wants me to forget,
and hope you all will understand how it feels
be destroyed by Love...
and hope you all will understand how it feels
be destroyed by Love...
Sabtu, 23 Juli 2011
kumpulan chord
- Chord Lyla Dan Lagi :
Intro : F
C Amdan lagi terjadiF Em Dm Gperistiwa terperih yang selalu kau beriC Amseakan tak berartiF Em Dmuntuk kesekian kalinya ku tak bisaEm F Gberbuat apa lagi
Chorus :F Em Amharuskah kita berakhir cukup sampai di siniDm G C C7meski hati berkata tak mampuF Em Amtak ingin terlambat menyudahi keadaan iniDm Gmungkin ini jalan kita
C Amdan lagi terjadiF Em Dm Gperistiwa terperih yang selalu kau beriC Amseakan aku tak berartiF Em Dmuntuk kesekian kalinya ku tak bisaEm F Gberbuat apa lagi
Chorus :F Em Amharuskah kita berakhir cukup sampai di siniDm G C C7meski hati berkata tak mampuF Em Amtak ingin terlambat menyudahi keadaan iniDm Gmungkin ini jalan kita
Solo : F F Am AmF Fm G
Chorus :F Em Amharuskah kita berakhir cukup sampai di siniDm G C C7meski hati berkata tak mampuF Em Amtak ingin terlambat menyudahi keadaan iniDm Gmungkin ini jalan kita
F Em Amharuskah kita berakhir cukup sampai di siniDm G C C7meski hati berkata tak mampuF Em Amtak ingin terlambat menyudahi keadaan iniDm Gmungkin ini jalan kita
C Amdan lagi terjadiF Em Dm Gperistiwa terperih yang selalu kau beri
Langganan:
Postingan (Atom)
